Gus AMI : Sekolah Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

- Selasa, 15 Juni 2021 | 14:22 WIB
Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI), foto / dok DPP PKB
Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI), foto / dok DPP PKB

JAKARTA, suaramerdeka-pantura.com - Pemerintah berencana melaksanakan kembali sekolah tatap muka dua minggu lagi per Juli 2021 mendatang. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mengingatkan pentingnya kesiapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah.

Apalagi, saat ini di sejumlah daerah terjadi peningkatan kasus Covid-19. Mengacu pada data Satgas Covid-19 hingga Minggu (13/6/2021), terdapat tambahan 9.868 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia sehingga total menjadi 1.911.358 kasus positif Corona. Disisi lain, sampai saat ini program vaksinasi virus corona juga masih belum menyentuh ke anak-anak.

Baca Juga: Ketum DPP PKB Gus AMI Minta Tinjau Ulang Rencana Pajak Sembako

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Persetujuan Orang Tua, Tidak Dipaksakan

”Saat ini sejumlah daerah ada lonjakan kasus bahkan ada varian baru Covid-19. Ini harus menjadi catatan dan harus dilakukan persiapan yang sangat serius dalam menghadapi sekolah tatap muka. Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penularan kasus Covid-19,” ujar Gus AMI, Senin (14/6/2021) sebagaimana suaramerdeka-pantura.com melali situs resmi DPP PKB, pada 15 Juni 2021.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa sebelum dilakukan sekolah tatap muka, program vaksinasi terhadap guru juga harus dituntaskan. Disisi lain, sekolah juga harus melakukan komunikasi secara intens dengan para orangtua siswa sehingga anaknya bisa menerapkan prokes sesuai standar keamanan.

Baca Juga: Relawan Perempuan Gus AMI Deklarasikan Abdul Muhaimin Iskandar Presiden 2024

Gus AMI menegaskan bahwa belajar tatap muka sebenarnya selama ini sudah dilakukan di sejumlah pesantren dengan tanpa gangguan serius.

Namun, prokes di pesantren yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka benar-benar memperhatikan prokes. ”Bahkan ketika anak kembali ke pesantren, orangtua pun tidak bisa mengantarkannya sampai di dalam, cukup di halaman pesantren. Anak yang masuk juga dilakukan pemeriksaan swab antigen atau Gnose,” katanya.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Sumber: DPP PKB

Tags

Terkini

X