Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Kandung di Tonjong Alami Gangguan Jiwa Berat

- Selasa, 19 April 2022 | 08:59 WIB
Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus ibu bunuh anak kandung di Kecamatan Tonjong, Brebes, di Halaman Mapolres Brebes. (Bayu Setiawan )
Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus ibu bunuh anak kandung di Kecamatan Tonjong, Brebes, di Halaman Mapolres Brebes. (Bayu Setiawan )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Kanti Utami (35), terduga pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak kandungnya di Dukuh Sukawera, Desa/ Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, diketahui mengalami gangguan jiwa berat. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan tim dokter kejiwaan RSUD Dr Soeselo Slawi.

Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto mengatakan, hingga saat ini terduga pelaku masih mengalami halusinasi. Yakni, sering mendengar bisikan-bisikan.

Dari keterangan dokter pemeriksa kejiwaan pelaku, terduga pembunuh anak kandung itu mengalami gangguan jiwa berat. Sehingga, polisi masih berkoordinasi dengan kejaksaan dan pihak terkait lainnya, untuk menetapkan status hukum terhadap terduga pelaku.

Baca Juga: Dukung Mudik 2022, Satlantas Polres Tegal Siapkan 11 Pos Pelayanan dan Pengamanan

"Kalau mengacu pasal 44 KUHP, orang yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat dihukum atau dipidana. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan jaksa dan lainnya terkait status hukum terduga pelaku ini," kata Faisal saat memberikan keterangan pers, Senin (18/4/2022).

Dokter Kejiwaan RSUD Dr Soeselo Slawi, dr Gloria Immanuel mengungkapkan, pemeriksaan tim dokter kejiwaan terhadap terduga pelaku dilakukan hampir satu bulan. Pemeriksaan yang dilakukan melalui beberapa tahap itu, menyimpulkan terduga pelaku mengalami gangguan jiwa berat yang nyata.

"Pertama, gangguan jiwa berat ini karena terduga pelaku selalu mendengar bisikan-bisikan di telinga yang sudah menetap lebih dari satu bulan."

"Kedua, adanya keyakinan menetap yang tidak sesuai logika, atau kami menyebutnya sebagai wahan. Sudah enam bulan terduga mengalami gangguan jiwa tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Gerakan Belanja Produk UMKM untuk Lebaran, Bupati Tegal Minta ASN Beli Parsel Produk UMKM

Gangguan jiwa itu, kata dia, juga sudah mengganggu terduga pelaku dalam beraktivitas sehari-hari. Kejiwaan tersebut juga sudah menurunkan kemampuan fungsinya, baik fungsi sosial, fungsi ekonomi, maupun fungsi sebagai seorang ibu.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Kendaraan Pemudik Terjebak Macet di Tonjong

Jumat, 29 April 2022 | 13:24 WIB
X