Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Industri dan Adanya Salinitas Ancam Ketahanan Pangan

- Rabu, 17 November 2021 | 23:18 WIB
Peneliti dari Balai Penelitian Tanah Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Etty Pratiwi dan Khamidah dari PT East West Seed Indonesia hadir sebagai narasumber pada Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Unikal secara daring/foto/Isnawati
Peneliti dari Balai Penelitian Tanah Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Etty Pratiwi dan Khamidah dari PT East West Seed Indonesia hadir sebagai narasumber pada Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Unikal secara daring/foto/Isnawati

PEKALONGAN, SUARAMERDEKA-PANTURA.COM - Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan perumahan mengancam ketahanan pangan.

Selain alih fungsi lahan, pemanasan global juga mengancam ketahanan pangan. Pemanasan global menyebabkan permukaan laut naik sehingga meningkatkan salinitas tanah.

"Tahun 2017, FAO memperkirakan akan terjadi kerusakan lahan pertanian besar-besaran sekitar 50 persen pada tahun 2050 akibat salinitas karena naiknya permukaan air laut," terang Peneliti dari Balai Penelitian Tanah Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Etty Pratiwi.

Hal itu disampaikannya pada Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan (Unikal) secara daring, Senin (15/11). Kuliah Umum bertema "Pengelolaan Lahan Sub Optimal untuk Tingkatkan Produksi Tanaman".

Baca Juga: Di Acara Porseni IPNU IPPNU Tirto, Anggota DPR RI Bisri Romly Serahkan Bantuan untuk Organisasi

Etty mengatakan, luas sawah salin (lahan sub optimal) di Indonesia secara tepat belum diketahui.

Namun berdasarkan FAO tahun 2015, luas sawah yang menjadi salin diprediksi mencapai lebih dari 1 juta hektare.

Luas ini, lanjut dia, diperkirakan akan terus bertambah sejalan dengan perubahan iklim.

"Sekitar 13,2 juta hektare sawah berpotensi menjadi lahan salin. Parahnya, lahan salin ini terjadi di wilayah Sumatera dan Pantura Jawa yang menjadi lumbung pangan nasional," paparnya.

Baca Juga: Pemalang Siaga Hadapi Bencana di Musim Penghujan

Karena wilayah ini merupakan sentra produksi utama padi di Indonesia, sehingga penanggulangan atau rehabilitasi lahan sawah salin harus menjadi prioritas dalam usaha mempertahankan swasembada pangan.

"Untuk menangani lahan salin, di antaranya dengan menggunakan pupuk hayati berbahan aktif mikroba. Pupuk hayati ini mempunyai potensi besar untuk meningkatkan produktivitas tanaman di lahan salin. Selain itu juga penggunaan varietas padi tahan salin," jelasnya.

Kuliah Umum juga menghadirkan Khamidah dari PT East West Seed Indonesia.

Baca Juga: Banjir Genangi Wilayah Utara Kota Pekalongan Lumpuhkan Aktivitas Warga

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kuliah Umum, Ubad Badrudin mengatakan, melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal awal untuk mengembangkan berbagai penelitian guna mencari solusi terbaik bagaimana mengoptimalkan lahan salin.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejumlah Ruangan di Pemkab Pemalang Disegel KPK

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:37 WIB
X