Kurangi Dampak Perubahan Iklim, Ini Yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

- Kamis, 3 Juni 2021 | 14:37 WIB
PERTEMUAN: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat pertemuan dengan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 (Climate Change Conference of the Parties), Alok Sharma (Humas Kemenko Perekonomian)
PERTEMUAN: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat pertemuan dengan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 (Climate Change Conference of the Parties), Alok Sharma (Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-pantura.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim, Pemerintah Indonesia telah mengadopsi sejumlah kebijakan, di antaranya dokumen Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC).

Melalui NDC, Pemerintah Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen tanpa syarat (dengan usaha sendiri) dan 41 persen bersyarat (dengan dukungan internasional yang memadai) pada 2030.

Pemerintah Indonesia, kata Airlangga juga berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Climate Change Conference of the Parties (COP26). Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Baca Juga: Kadineks Jateng : Pemantauan Distribusi Vaksi Melalui Aplikasi SMILE

Dalam pertemuan yang akan digelar di Glasgow, Inggris pada 1-12 November mendatang, Indonesia akan menjadi co-chair bersama Inggris.

“Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesuksesan Konferensi COP26 mendatang. Upaya pelestarian lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan harus tetap menjadi fokus, di tengah masa pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19,” ujar Airlangga pada pertemuan dengan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 (Climate Change Conference of the Parties), Alok Sharma, Selasa (1/6/2021).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins serta Duta Besar COP26 untuk wilayah Asia Pasifik dan Asia Selatan Ken O’Flaherty dibahas sejumlah hal terkait COP26 Forest, Agriculture, and Commodity Trade (FACT), termasuk persiapan, kesiapan dan keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi COP26 mendatang.

Baca Juga: 38 Orang Guru dan Pegawai TU SMAN 4 Pekalongan Positif Covid-19

COP26 akan fokus pada upaya percepatan penghapusan penggunaan batu bara, pengurangan deforestasi, percepatan peralihan ke kendaraan listrik dan mendorong investasi dalam energi terbarukan.

Pertemuan ini juga memfinalisasikan Paris Rulebook (aturan rinci untuk implementasi Paris Agreement) dan mempercepat aksi untuk mengatasi krisis iklim melalui kolaborasi antara pemerintah, bisnis, maupun masyarakat sipil.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Sumber: suaramerdeka.com

Tags

Terkini

X