38 Orang Guru dan Pegawai TU SMAN 4 Pekalongan Positif Covid-19

- Rabu, 2 Juni 2021 | 20:17 WIB
Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih memimpin Rakor Perkembangan Covid-19 di Kota Pekalongan, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Rabu (2/6) (Isnawati)
Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih memimpin Rakor Perkembangan Covid-19 di Kota Pekalongan, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Rabu (2/6) (Isnawati)

PEKALONGAN-Klaster Covid-19 di sekolah muncul di Kota Pekalongan. Sebanyak 38 orang tenaga pendidikan, meliputi guru dan pegawai tata usaha di SMA Negeri 4 Pekalongan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto usai Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Kasus Covid-19 di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Rabu (2/6) menjelaskan, klaster ini bermula saat ada seorang guru di SMA Negeri 4 Pekalongan yang sakit bergejala Covid-19 tetap berangkat ke sekolah.

“Guru ini merasa anosmia (hilangnya daya penciuman), tapi masuk sekolah. Ia juga takut memeriksakan kondisinya untuk meminta surat keterangan sakit,” terangnya 

Slamet Budiyanto mengatakan, pada 25 Mei, oleh kepala sekolah, guru tersebut disarankan untuk melakukan swab PCR bersama dengan dua orang yang kontak erat dengannya. Hasilnya, ketiganya positif Covid-19

Kemudian pada 27 Mei, tujuh orang guru dan pegawai tata usaha di sekolah tersebut juga diminta melakukan swab PCR. Dari tujuh orang tersebut, satu orang hasilnya positif. Setelah itu, pada 31 Mei semua guru dan pegawai tata usaha di sekolah tersebut, sebanyak 56 orang melakukan swab PCR. Dan hasilnya, 33 orang positif.

“Sehingga total ada 37 orang yang positif Covid-19. Bagi yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, mereka melakukan isolasi mandiri di Gedung Diklat Kota Pekalongan. Tercatat ada 21 orang yang melakukan isolasi mandiri di Gedung Diklat,” sambungnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Tengah, Jumrotul mengatakan, dalam perkembangannya, jumlah kasus positif Covid-19 di SMA Negeri 4 Pekalongan bertambah. “Sampai sekarang, tenaga pendidikan di SMA Negeri 4 Pekalongan yang positif yang dilaporkan kepada kami sebanyak 38 orang,” terangnya.

Menurut Jumrotul, sebagai tindak lanjut munculnya klaster Covid-19 di sekolah tersebut, pada 2 hingga 11 Juni mendatang, pihak sekolah diminta untuk melakukan work from home dan isolasi mandiri. “Setelah munculnya klaster Covid-19 di SMA Negeri 4 Pekalongan, saat ini tidak ada pembelajaran di ruang kelas baik di SMA, SMK dan SLB di Kota Pekalongan,” tambahnya.

Sebelum munculnya klaster Covid-19 di SMA Negeri 4 Pekalongan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke SMA, SMK dan SLB terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Para PNS di SMA, SMK dan SLB tidak diperbolehkan mudik dan harus berada di rumah saja.

Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih menegaskan, meskipun saat ini tidak ada pembelajaran di sekolah, para guru diminta untuk mengingatkan anak didiknya agar terus menerus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Di mana pun berada, harus menerapkan protokol kesehatan,” pesannya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Sejumlah Ruangan di Pemkab Pemalang Disegel KPK

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:37 WIB
X