Gus AMI Desak Pemerintah Pancasila Menjadi Pelajaran Wajib di Sekolah dan Kampus

- Selasa, 1 Juni 2021 | 21:22 WIB
Dok/Suara Merdeka
Dok/Suara Merdeka

JAKARTA, suaramerdeka-pantura.com – Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mendesak pemerintah memastikan Pancasila menjadi pelajaran wajib di sekolah dan kampus di tanah air.

Sebagai dasar negara Pancasila saat ini menghadapi tantangan berat berupa kian menurunnya penghayatan dan pengamalan dari anak bangsa.

“Penghayatan dan pengamalan Pancasila sebagai dasar negara harus diakui kian hari kian menurun. Maka sudah seharusnya Pancasila harus kembali menjadi pelajaran wajib di sekolah maupun kampus di tanah air,” ujar Gus AMI, Selasa (1/6/2021).

Baca Juga: Jadikan Fatayat sebagai Organisasi Kader Mandiri Perempuan Indonesia

Gus AMI mengatakan pasca orde baru ada semaca trauma bagi bangsa ini untuk melanjutkan berbagai kebijakan yang sebenarnya sudah baik di masa lalu.

Seperti upaya pribumisasi Pancasila melalui program Pendoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) atau kewajiban bagi setiap peserta didik untuk menempuh Pelajaran Moral Pancasila (PMP).

“Akibatnya setelah hampir lebih dari 20 tahun masa reformasi banyak anak muda yang asing dengan Pancasila, sementara yang usia dewasa perlahan-lahan melupakannya,” ujarnya.

Ketua Umum PB PMII Periode 1994-1997 ini menilai wajar saja ada trauma bagi bangsa ini untuk melanjutkan kebijakan di masa orde baru termasuk pribumisasi Pancasila.

Baca Juga: Kembangkan Potensi Pariwisata, Kemenparekraf Kembangkan Tiga Hal Ini

Menurutnya pada saat itu Pancasila dijadikan sebagai alat propaganda untuk melanggengkan dominasi rezim penguasa.

“Siapa saja yang bersuara kritis terhadap rezim penguasa dicap tidak Pancasialis dan dianggap melawan negara. Jadi wajar pasca-orde baru banyak kalangan yang trauma mendengar terminologi Pancasila. Padahal Pancasila adalah dasar negara,” katanya.

Baca Juga: Tak Tersedia Jaringan Internet, Lima SMP di Kabupaten Tegal Laksanakan PPDB Secara Luring

Rasa trauma itu, lanjut Gus AMI diekspresikan dalam banyak hal. Mulai dari pembubaran Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), menghapus penataran P4, hingga tidak ada lagi pelajaran wajib PMP di bangku sekolah. Padahal di satu sisi Pancasila tetap dibutuhkan sebagai mercusuar atau alat pandu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apalagi dewasa ini banyak sekali ideologi sekuler maupun radikal yang mencoba mempengaruhi banyak anak bangsa melalui berbagai platform media sosial. Situasi ini harus diimbangi dengan upaya mengenalkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada anak bangsa terutama para generasi milenial,” katanya.

Baca Juga: IAIN Pekalongan Gelar Rapat Kerja Tahun Anggaran 2021

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Sumber: Suaramerdeka.com

Tags

Terkini

Sejumlah Ruangan di Pemkab Pemalang Disegel KPK

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:37 WIB
X