Khasiat Madu dalam Tubuh Manusia, Madu Telah Menjadi Obat Sejak Zaman Rasulullah SAW, Lengkap Kajian Tafsirnya

- Selasa, 28 September 2021 | 10:35 WIB
ILUSTRASI. Khasiat Madu dalam Tubuh Manusia, Madu Telah Menjadi Obat Sejak Zaman Rasulullah SAW, Lengkap Kajian Tafsirnya/foto/pixabay/fancycrave1
ILUSTRASI. Khasiat Madu dalam Tubuh Manusia, Madu Telah Menjadi Obat Sejak Zaman Rasulullah SAW, Lengkap Kajian Tafsirnya/foto/pixabay/fancycrave1

Hanya saja tidak secara menyeluruh madu bisa menyembuhkan penyakit, namun hanya sebagian saja.

Baca Juga: Doa Agar Cepat Punya Anak, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Kedua, ada sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang berhubungan dengan ayat tersebut.

Yakni Nabi pernah didatangi oleh seseorang yang mengadu bahwa saudaranya sedang sakit perut (diare). Kemudian Nabi meminta kepadanya untuk diminumkan madu.

Kemudian ia pergi dan mencari apa yang dipinta oleh Nabi.

Tak lama kemudian, ia datang kembali menemui Nabi. Ia mengabarkan bahwa sakit yang diderita saudaranya bertambah parah setelah minum madu.

Lantas Nabi tetap memintanya untuk meminumkan madu kepada saudaranya yang sakit. Bahkan hal itu terjadi sebanyak tiga kali.

Pada minuman yang ketiga kalinya, akhirnya sakit perut yang diderita oleh saudaranya sembuh.

Hikmah yang dapat diambil

Hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa itu, para ulama berkomentar bahwa alasan Nabi memintanya untuk meminumkan madu adalah karena diare yang diderita olehnya.

Disebabkan oleh terkumpulnya kotoran pada perut dan usus yang menyebabkan tercegahnya makanan masuk ke dalam tubuh diolah oleh tubuh dan langsung terbuang begitu saja tanpa adanya pengolahan.

Lalu Nabi memerintahkan untuk meminumkan madu kepadanya. Karena madu bersifat panas, madu mampu menghancurkan kotoran yang ada pada perut dan usus.

Lantas, yang menjadi persoalan, mengapa penyakit tidak langsung bereaksi setelah diberi minum dan harus menunggu sampai tiga kali minuman?

Baca Juga: Doa Ketika Hujan Turun, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Hal ini disebabkan dosis yang pertama terlampau sedikit, akibatnya tidak langsung bereaksi terhadap penyakit.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Sumber: Ponpes Lirboyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X