Agung Satria Hermawan Luncurkan Buku Berubah Merubah untuk Perubahan

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 02:00 WIB
Agung Satria Hermawan, melaunching buku karyanya yang berjudul Berubah Merubah untuk Perubahan, di Kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Jawa No 64 Kota Pekalongan, Selasa (25/8)/ foto/ Kuswandi
Agung Satria Hermawan, melaunching buku karyanya yang berjudul Berubah Merubah untuk Perubahan, di Kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Jawa No 64 Kota Pekalongan, Selasa (25/8)/ foto/ Kuswandi

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Agung Satria Hermawan, tokoh muda asal Kota Pekalongan merilis buku perdananya yang berjudul Berubah Merubah untuk Perubahan, menjaga moralitas, setia pada sebuah tujuan mulia mengabdi masyarakat.

Buku yang diterbitkan Harmasiondo Semarang tersebut, berisi terkait dengan filosofi hidup orang jawa, pendidikan menjadi dasar hidup, budaya maupun hiruk pikuk aktivitasnya baik dibidang sosial budaya, pendidikan, kesehatan, kepemudaan, hingga menjadi politisi ulung dan kini menjadi orang nomor satu di tubuh Partai Berlambang Banteng Moncong Putih di Kota Pekalongan.

"Buku ini ditulis oleh oleh saya langsung," kata Agung, yang juga anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah pada peluncuran bukunya sekaligus perayaan Ulang Tahun Ke-51 dirinya yang bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan di Jalan Jawa No 64 Kota Pekalongan, Selasa (25/8).

Dengan memperhatikan protokol kesehatan, acara peluncuran buku ini sengaja diadakan secara terbatas, dengan dihadiri sekitar 15 orang dari berbagai kalangan, baik para kader partai, media, serta dari kalangan lainnya.

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 19, Seleksi Resmi Dibuka

Pihaknya berharap, melalui karya tersebut bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, sebagai generasi penerus perjuangan sebuah bangsa. "Hidup itu harus bisa berubah, kemudian merubah, berubah, perubahan.

Artinya, harus ada yang diubah, kemudian ada sebuah perubahan dan mampu merubah sebuah keadaan, tentu ke arah yang lebih baik," tutur laki-laki penghobi mengendarai motor gede (mode) itu.

Dalam buku tersebut, sengaja menggunakan bahasa sehari-hari, dengan harapan mudah dipahami bagi yang membaca. Buku tersebut juga mengulas terkait arti penting dari sebuah kebudayaan, sebagai pondasi sebuah pembangunan suatu bangsa. Termasuk, dunia politik bagi dirinya merupakan sebuah hal yang menantang.

"Pemimpin yang baik yakni pemimpin yang butuh mendengar dari banyak orang. Maka, saya melakukan blusukan dari mulai kalangan atas hingga bawah. Dari pejabat sampai tukang becak.

Sejatinya, setiap manusia sama, memiliki hak untuk bicara dan juga didengar. Maka pemimpin memiliki peranan penting untuk melakukan sebuah perubahan, " imbuh Agung, menyadur isi bukunya dimaksud.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

Moeldoko Panen Raya Jagung di Pemalang

Jumat, 23 September 2022 | 20:16 WIB

32 Unit Ruspin Untuk Korban Banjir Mulai Dibangun

Rabu, 14 September 2022 | 21:34 WIB

Aliansi Masyarakat Brebes Demo di Gedung DPRD

Senin, 5 September 2022 | 17:08 WIB

Enam Rumah Warga Dukuhsalam Ludes Dilalap Api

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:59 WIB
X