Perselisihan dan Petengkaren Menjadi Pemicu Perceraian Paling Banyak di PA Kudus

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 14:44 WIB
Ilustrasi perceraian, foto/pixabay/ stevepb
Ilustrasi perceraian, foto/pixabay/ stevepb

KUDUS,suaramerdeka-pantura.com – Perselisihan dan petengkaren secara terus menerus menjadi pemicu paling banyak terjadinya perceraian yang diputuskan oleh Pengadilan Agama Kudus.

Demikian disapaikan Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Kudus, Muhammad Muchlis ketika disinggung mengenai penyebab perceraian yang ada di Pengadilan Agama Kudus.

"Permasalahan ekonomi, perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus menerus, dan meninggalkan salah satu pihak menjadi pemicunya," kata Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Kudus, Muhammad Muchlis

Namun, lanjut dia, penyebab perceraian paling banyak karena prselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus menerus.

Sebagaimana dikutip suaramerdeka-pantura.com dari suaramerdeka-muria.com pada Rabu 4 Agustus 2021, permohonan perceraian selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) meningkat.

Baca Juga: Cita Rasa Olahan Jahe secara Manual dari Giritengah, Magelang Laris Manis di Tengah Pandemi

Data yang dihimpun di Pengadilan Agama Kabupaten Kudus, selama bulan Juli terdapat 122 pengajuan perceraian.

Jumlah pengajuan meningkat dibandingkan bulan Juni sebanyak 114 kasus, Mei (74 kasus) dan April (88 kasus).

Menurut Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Kudus, Muhammad Muchlis, selama PPKM institusinya memberlakukan pembatasan layanan. Pendaftaran cerai dilayani pukul 13.00-15.00.

''Saat normal, layanan kami dari pagi hari hingga sore,'' katanya.

Pengambilan surat keputusan dibatasi mulai pukul 11.00-15.00. Adapun untuk sidang jam pelayanan masih sama.

Baca Juga: Kepolisian Daerah Jawa Tengah Terapkan Strategi Vaksinasi Massal untuk Wilayah Aglomerasi di Jawa Tengah

''Hanya saja, pada beberapa sidang dilakukan penundaan agar tidak terjadi kerumuman,'' jelasnya.

Walaupun jam layanan dibatasi, permohonan pengurusan perceraian meningkat pada bulan Juli. Dia merinci, tercatat 83 permintaan cerai gugat dan 39 permintaan cerai talak.

''Pengajuan perceraian yang kita putus di bulan Juli sebanyak 115 kasus," tandasnya.

Setiap tahun angka perceraian meningkat. Tahun 2020 tercatat 1.304 kasus yang telah diputus. Adapun tahun ini (Januari-Juli) kasus yang diputus mencapai 673 kasus. (Anton WH, suaramerdeka-muria.com)

Halaman:
1
2

Editor: Agus Setiawan

Sumber: Suara Merdeka Muria

Tags

Terkini

X