Ojol Tegal Raya Gelar Aksi Damai di Kantor Balai Kota Tegal

- Senin, 19 September 2022 | 17:14 WIB
Ratusan pengemudi ojek online Tegal Raya, melakukan orasi menyampaikan tuntutan terkait penyesuaian tarif dan potongan biaya aplikasi di depan Kantor Balai Kota Tegal, Senin (19/9/2022). (Haikal Adithya )
Ratusan pengemudi ojek online Tegal Raya, melakukan orasi menyampaikan tuntutan terkait penyesuaian tarif dan potongan biaya aplikasi di depan Kantor Balai Kota Tegal, Senin (19/9/2022). (Haikal Adithya )

TEGAL, suaramerdeka-pantura.com - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Tegal Raya, melakukan aksi damai di depan Balai Kota Tegal, Senin (19/9/2022).

Perwakilan pengemudi ojol dari aplikator Gojek, Grab, Maxim dan Shoppefood, menyampaikan analisa faktor dan dampak penyesuaian tarif yang belum berjalan semestinya.

Itu menyusul dikeluarkannya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 564/2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Baca Juga: Peringatan HUT Ke 77 PMI, Donatur Bulan Dana PMI Terima Piagam Penghargaan

"Penyesuaian tarif belum berjalan semestinya. Apalagi itu terjadi setelah harga BBM naik. Tentu ini tidak berpihak kepada kesejahteraan masyarakat, khususnya kami para pengemudi ojol," ujar Koordinator Lapangan, Kun Mahargo.

Dalam aksi damai itu, ratusan pengemudi ojol menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. Seperti di antaranya, menolak tarif yang ditetapkan penyedia layanan atau aplikator di Kota Tegal dan sekitarnya.

Mereka juga menuntut Pemkot Tegal hadir dan ikut serta dalam menentukan tarif pengemudi ojol melalui kewenangannya. Para pendemo juga menuntut Pemkot Tegal, dapat menghadirkan pihak penyedia layanan atau aplikator untuk mencari solusi bersama.

Baca Juga: Pilkades Serentak Diminta Bersih Tanpa Suap

"Kami juga menuntut Pemkot Tegal, agar penyedia layanan dapat menerapkan harga tarif yang dapat bersaing atau setidaknya satu sama lain tidak berbeda jauh, guna menghindari persaingan yang tidak sehat," tegasnya.

Tak hanya itu, pendemo juga menuntut agar penyedia layanan bisa memberikan tarif yang relevan kepada pengemudi ojol dan menghapus biaya-biaya lain serta membagi biaya aplikasi untuk komisi pengemudi ojol sebesar 10-15 persen.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Moeldoko Panen Raya Jagung di Pemalang

Jumat, 23 September 2022 | 20:16 WIB

32 Unit Ruspin Untuk Korban Banjir Mulai Dibangun

Rabu, 14 September 2022 | 21:34 WIB

Aliansi Masyarakat Brebes Demo di Gedung DPRD

Senin, 5 September 2022 | 17:08 WIB

Enam Rumah Warga Dukuhsalam Ludes Dilalap Api

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:59 WIB
X