Tak Kunjung Mendapatkan Respon Pemerintah, Nelayan Tradisional Bakal Keruk Kalibacin Secara Swadaya

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 22:16 WIB
Sejumlah nelayan tradisional Kota Tegal, didampingi Ketua DPD HNSI Jawa Tengah, H Riswanto, mengikuti audiensi bersama DPUPR Kota Tegal. (Haikal Adithya )
Sejumlah nelayan tradisional Kota Tegal, didampingi Ketua DPD HNSI Jawa Tengah, H Riswanto, mengikuti audiensi bersama DPUPR Kota Tegal. (Haikal Adithya )

TEGAL, suaramerdeka-pantura.com - Sejumlah nelayan tradisional di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, akan bergotong royong secara swadaya melakukan normalisasi (pengerukan) aliran Sungai Balibacin, yang mengalami sedimentasi.

Hal ini mengemuka saat perwakilan nelayan dari Kampung Nelayan Kalibacin, Gang Etong, Jalan Layang, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, melakukan audiensi bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di KUD Karya Mina, beberapa waktu lalu.

Ketua DPD HNSI Jawa Tegah, H Riswanto mengemukakan, kedatangan para nelayan tradisional itu tak lain untuk meminta solusi terkait normalisasi pendangkalan Sungai Kalibacin, yang sudah beberapa kali dibahas dan sempat ditinjau Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Tragis! Akibat Pendangkalan Aliran Sungai, Tujuh Nelayan Tradisional di Tegal Meninggal

“Di hadapan nelayan, saya hubungi salah satu ASN di DPUPR Tegal, untuk menyampaikan kelanjutan rencana dan rancangan anggaran kelanjutan normaliasi tahun 2022,” ujar H Riswanto kepada suaramerdeka-pantura.com, Selasa (30/8/2022) sore.

Dari sambungan telepon tersebut diketahui, upaya normalisasi dan pembuatan penahan gelombang laut telah diajukan DPUPR Kota Tegal, dengan anggaran sekitar Rp 35 miliar melalui DPU Provinsi Jawa Tengah. Namun, saat ini DPUPR Kota Tegal, masih menunggu kepastian dari provinsi.

Menanggapi itu, para nelayan secara spontan menyatakan siap untuk bergotong royong melakukan normalisasi secara mandiri. Mengingat dan menimbang, aliran Sungai Kalibacin, menjadi satu-satunya akses mereka untuk menggantungkan hidup.

Baca Juga: SMPIT Luqman Al Hakim Gelar Training Pembuatan Berita dan Blog

“Mereka hidup dari hasil melaut. Jika kemudian akses terbatas dan sulit digunakan, bagaimana nasib mereka,” tandasnya.

Sementara, dari diskusi para nelayan menghendaki untuk bergotong royong secara swadaya menyewa alat berat untuk melakukan pengerukan.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Tari Geyol Tegal Meriahkan Peringatan Sumpah Pemuda

Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:09 WIB

Di Brebes Hanya Ada 8 Parpol Diverifikasi Vaktual KPU

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:40 WIB

Sebentar Lagi Air Bersih Banyumas Mengalir ke Pulosari

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:56 WIB

Moeldoko Panen Raya Jagung di Pemalang

Jumat, 23 September 2022 | 20:16 WIB

32 Unit Ruspin Untuk Korban Banjir Mulai Dibangun

Rabu, 14 September 2022 | 21:34 WIB

Aliansi Masyarakat Brebes Demo di Gedung DPRD

Senin, 5 September 2022 | 17:08 WIB
X