Ternak Suspek PMK di Brebes Melonjak, Capai 170 Ekor

- Jumat, 27 Mei 2022 | 15:53 WIB
Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes memeriksa kesehatan sapi, di salah satu kandang sapi peternak. (Bayu Setiawan )
Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes memeriksa kesehatan sapi, di salah satu kandang sapi peternak. (Bayu Setiawan )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Jumlah ternak sapi di Kabupaten Brebes yang dinyatakan suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melonjak. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, semula jumlah kasus ternak sapi yang dinyatakan suspek PMK itu hanya sebanyak 77 ekor.

Namun hingga Kamis (26/5/2022), jumlahnya melonjak hingga dua kali lipat, dan bertambah menjadi 170 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Brebes Budi Santosa menjelaskan, sejak ditemukannya kasus ternak sapi yang suspek PMK pada 9 Mei lalu, jumlahnya hingga saat ini terus bertambah.

Awalnya, kasus suspek itu hanya ditemukan 2 ekor sapi. Kemudian, pada 23 Mei lalu bertambah menjadi 77 ekor sapi. Sehari kemudian, bertambah menjadi 84 kasus, dan bertambah lagi menjadi 126 kasus. Hingga 26 Mei kemarin, totalnya sudah mencapai 170 kasus.

Baca Juga: Bupati Brebes dan OKP Teken Kesepakatan Percepatan Penerbitan Perbup Kepemudaan

"Awalnya, hanya ada 2 ekor sapi yang suspek PMK di Kecamatan Ketanggungan pada 19 Mei lalu, dan sekarang semuanya sudah sembuh. Tapi, kasusnya terus naik hingga saat ini totalnya sebanyak 170 kasus. Dari 170 kasus ini, 19 ekor sapi di antaranya sudah dinyatakan sembuh," terangnya.

Dia mengungkapkan, ratusan ternak suspek PMK itu ditemukan menyebar di 9 Kecamatan.

Rinciannya, di Kecamayan Salem 49 kasus, 9 kasus di antaranya sembuh. Di Kecamatan Brebes ditemukan 20 kasus, 8 di antaranya sembuh. Di Kecamatan Ketanggungan ada 14 kasus, 2 di antaranya sembuh. Kemudian, Di Kecamatan Bulakamba ditemukan 14 kasus, Tonjong 12 kasus, Bantarkawung 24 kasus, Bumiayu 31 kasus, Paguyangan 1 kasus, dan Larangan 5 kasus.

"Kalau untuk kasus kematian karena PMK ini belum kami temukan. Tapi, memang untuk penularannya sangat cepat," ungkapnya.

Baca Juga: Ditemukan 84 Kasus Suspek PMK, Perdagangan Ternak di Pasar Hewan Bumiayu Ditutup Sementara

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Moeldoko Panen Raya Jagung di Pemalang

Jumat, 23 September 2022 | 20:16 WIB

32 Unit Ruspin Untuk Korban Banjir Mulai Dibangun

Rabu, 14 September 2022 | 21:34 WIB

Aliansi Masyarakat Brebes Demo di Gedung DPRD

Senin, 5 September 2022 | 17:08 WIB

Enam Rumah Warga Dukuhsalam Ludes Dilalap Api

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:59 WIB
X