Rob Belum Teratasi, Pembuatan Tanggul Darurat di Sungai Meduri Pekalongan Terus Dikebut

- Kamis, 26 Mei 2022 | 17:32 WIB
MENINJAU: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Dandim 0710/ Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan meninjau pembuatan tanggul darurat di Sungai Meduri Kelurahan Tirto, Rabu (25/5/2022). (Isnawati )
MENINJAU: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Dandim 0710/ Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan meninjau pembuatan tanggul darurat di Sungai Meduri Kelurahan Tirto, Rabu (25/5/2022). (Isnawati )

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Pembuatan tanggul darurat di Sungai Meduri di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan terus dikebut. Tanggul di Sungai Meduri jebol di dua titik akibat diterjang rob pada Senin (23/5/2022).

Kejadian itu mengakibatkan permukiman warga tergenang banjir dengan ketinggian hingga 90 centimeter.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, tanggul di Sungai Meduri yang jebol akibat terjangan rob mencapai 30 meter.

Baca Juga: 5.000 Rumah Tangga Terdampak Banjir Rob di Kota Pekalongan

"Senin malam, saya kemari dan tanggul yang jebol saat itu sepanjang 13 meter. Kemudian saya mendapat laporan dari Camat Pekalongan Barat, ternyata tanggul yang jebol mencapai 30 meter dan semakin melebar," kata dia saat meninjau pembuatan tanggul darurat di Sungai Meduri bersama Dandim 0710/ Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Rabu (25/5/2022).

Pembuatan tanggul darurat dilakukan secara bergotong royong melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, TNI, Polri dan warga sekitar.

"Semangat para warga luar biasa, mereka guyub bergotong royong mengangkat karung untuk membuat tanggul darurat. Kemudian disiapkan juga perahu untuk mengangkut karung tanah," sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Bambang Sugiharto mengatakan, tanggul yang jebol di Sungai Meduri berada di Gang 12 dan Gang 16 Kelurahan Tirto. Menurutnya, untuk penanganan darurat, pihaknya sudah mengirimkan karung tanah untuk membuat tanggul darurat.

Baca Juga: Pemerintah Diharapkan Mengakui Keberadaan Pesantren

“Saat ini dilakukan penanganan darurat dengan memasang karung tanah. DPUPR telah mengirimkan 1.500 karung tanah untuk pembuatan tanggul darurat. Sebanyak 300 karung tanah didistribusikan di Gang 16 dan 1.200 karung tanah di Gang 12,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Tari Geyol Tegal Meriahkan Peringatan Sumpah Pemuda

Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:09 WIB

Di Brebes Hanya Ada 8 Parpol Diverifikasi Vaktual KPU

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:40 WIB

Sebentar Lagi Air Bersih Banyumas Mengalir ke Pulosari

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:56 WIB

Moeldoko Panen Raya Jagung di Pemalang

Jumat, 23 September 2022 | 20:16 WIB

32 Unit Ruspin Untuk Korban Banjir Mulai Dibangun

Rabu, 14 September 2022 | 21:34 WIB

Aliansi Masyarakat Brebes Demo di Gedung DPRD

Senin, 5 September 2022 | 17:08 WIB
X