Nguri-Uri Budaya, PDI Perjuangan Kota Pekalongan Tampilkan Pagelaran Sintren

- Jumat, 20 Januari 2023 | 19:00 WIB
FOTO BERSAMA PENARI SINTREN : Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan, Agung Satria Hermawan, foto bersama para penari sintren dalam pementasan di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan, Kamis 19 Januari 2023. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
FOTO BERSAMA PENARI SINTREN : Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan, Agung Satria Hermawan, foto bersama para penari sintren dalam pementasan di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan, Kamis 19 Januari 2023. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Sejumlah penari keluar dari ruangan, dengan mengenakan kebaya bermanik-manik, kain, dan selendang. Setelah memasang kacamata hitam, ia pun mulai menari, melenggak-lenggok mengikuti irama ritmik, sambil kepalanya bergoyang dengan lembut. Suara sintren terdengar dengan alunan gamelan menggema mengiringi sang penari sintren itu.

Beberapa menit sebelumnya, mereka bersolek dan bersalin busana dan sekaligus membubuhkan bedak serta lipstik. Mereka pun tampil kompak dan mempesona, menghibur warga yang hadir. Iya, penampilan Grup Sintren Kaloka asal Pekalongan itu, mampu menghipnotis suasana yang belakangan ini jarang ditemukan.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kota Pekalongan Gelar Pengobatan Gratis, Disambut Antusiasme Warga

Hal itu tampak dalam pementasan seni tradisional sintren yang digelar di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan di Jalan Jawa No 42 Kota Pekalongan, Kamis 19 Januari 2023 malam. Acara itu bagian dari rangkaian kegiatan HUT PDI Perjuangan Ke-50 yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan kearifan daerah pesisir.

Tak hanya itu, dalam kesempatan itu, ditampilkan pula pementasan musik tradisional lainnya. Sementara, disediakan pula kuliner menu khas nusantara.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan, Agung Satria Hermawan menyatakan, dalam rangkaian HUT PDI-P Ke-50, selain dilakukan bakti sosial dan pengobatan gratis, juga digelar pementasan kesenian tradisional khas pesisir yakni sintren.

Baca Juga: DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan Bagikan 50 Nasi Tumpeng, HUT Ke-50 PDI Perjuangan

"Kini, tari sintren makin jarang dipentaskan. Jarang sekali orang mengundang sintren untuk hajatan karena sudah digantikan budaya lain. Maka, kita hadirkan kesenian khas pesisir itu yakni sintren," terang Agung Satria.

Melalui pementasan seni budaya itu, menurutnya sebagai generasi penerus bisa mengetahui ke-adiluhuran bangsa Indonesia, budaya nusantara yang harus dilestarikan. Dan, mengedepankan persatuan dan kesatuan melalui nilai-nilai budaya.

Diakui, apalagi saat ini gencarnya budaya asing yang masuk ke Indonesia, dan pesatnya perkembangan teknologi, maka hal itu bisa dicegah dengan menampilkan budaya adi luhung bangsa kita sendiri.

"Siapa lagi, yang akan mempertahankan seni dan budaya kita, kalau bukan anak-anak bangsa kita sendiri," tegas Agung, yang juga Anggota DPRD Provinsi Jateng itu. Dalam pentas seni budaya, hadir jajaran pengurus DPC PDIP Perjuangan Kota Pekalongan, organisasi sayap partai, para kader partai banteng moncong putih dan warga lainnya memadati area pementasan.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Skandal Mirip Kang Filter Tranding Twitter

Jumat, 20 Januari 2023 | 03:42 WIB

Ngopi dan Trilogi Juara Lomba Film Pendek

Minggu, 18 Desember 2022 | 15:07 WIB

Slank dan Gigi Bakal Konser di Tegal, Ini Harga Tiketnya

Kamis, 15 September 2022 | 17:25 WIB
X