Pentaskan Dua Dalang, Wali Kota Tegal Berharap Bisa Nguri-uri Budaya

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 23:11 WIB
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyerahkan wayang golek kepada Ki Haryo Enthus Susmono, sebagai tanda dibukanya Pentas Wayang Kontemporer dalam rangka sosialisasi DBHCHT. (Haikal Adithya )
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyerahkan wayang golek kepada Ki Haryo Enthus Susmono, sebagai tanda dibukanya Pentas Wayang Kontemporer dalam rangka sosialisasi DBHCHT. (Haikal Adithya )

TEGAL, suaramerdeka-pantura.com - Pentas wayang kontemporer dua dalang kakak beradik, Ki Haryo Enthus Susmono dan Ni Jannah Enthus Susmono, memeriahkan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), Jumat (27/5/2022) malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, M Ismail Fahmi mengatakan, pentas wayang kontemporer dalam rangka Sosialisasi DBHCHT tingkat Jateng, merupakan ajang pelestarian budaya.

Termasuk menyebarluaskan informasi tentang cukai dan tembakau kepada masyarakat, agar dapat mencegah peredaran produk rokok tanpa cukai dengan cukai ilegal.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Kantor Bea Cukai Tegal, Muhammad Aflah Heriyudi mengungkapkan, Pemerintah Kota Tegal menjadi daerah pertama yang melaksanakan sosialisasi DBHCHT di Jateng.

Baca Juga: Kopi Lokal Brebes Diikutkan di Festival Kopi Tanah Air

"Dari tujuh daerah se-Pantura Barat Jateng, Kota Tegal yang pertama melakukan kegiatan sosialisasi. Rancangan kegiatan dan penganggaran, telah dilakukan sejak Februari," jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, sekaligus membuka Pentas Wayang Kontemporer yang mengambil judul 'Tumandhang Sinatria Nagari Bahari'.

Pembukaan itu ditandai dengan penyerahan gulungan kepada kedua dalang yang merupakan anak dari dalang kondang Ki Enthus Susmono.

Baca Juga: PDIP Kota Pekalongan Gelar Sulang Kopi Massal, Sekaligus Doakan Buya Syafii Maarif

Pentas wayang juga dimeriahkan oleh sinden bule asal Hongaria, Agnes Serfozo dan Sulastri, yang terkenal dengan nama Ciblek asal Sumpiuh, Banyumas dan dipandu MC komedi Sarjoe, alumni Akademi Pelawak TPI (API) tahun 2008 lalu.

Disebutkan Aflah Heriyudi, Dana Bagi Hasil (DBH) bersumber dari APBN yang diberikan kepada daerah dengan prosentase tertentu dari pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka desentralisasi.

Sementara, DBHCHT juga bagian dari dana transfer daerah yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai dan atau penghasil tembakau.

Dalam sambutannya, Dedy Yon meminta jajaran Pemkot Tegal, untuk berupaya nguri-uri budaya seperti wayang santri. Apalagi sosok Almarhum Ki Enthus Susmono, merupakan aktor di balik wayang santri.

Baca Juga: Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba, SDN Tegalsari 5 Gelar Sosialisasi P4GN

Untuk itu, disetiap peringatan Hari Jadi Kota Tegal, Dedy Yon meminta Pemkab Tegal, mengundang putra-putri Almarhum Ki Enthus untuk tampil.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Skandal Mirip Kang Filter Tranding Twitter

Jumat, 20 Januari 2023 | 03:42 WIB

Ngopi dan Trilogi Juara Lomba Film Pendek

Minggu, 18 Desember 2022 | 15:07 WIB

Slank dan Gigi Bakal Konser di Tegal, Ini Harga Tiketnya

Kamis, 15 September 2022 | 17:25 WIB
X