Cita Rasa Olahan Jahe secara Manual dari Giritengah, Magelang Laris Manis di Tengah Pandemi

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 14:24 WIB
foto ilustrasi jahe, foto/pixabay/congerdesign
foto ilustrasi jahe, foto/pixabay/congerdesign

MAGELANG, suaramerdeka-pantura.com - Masa pandemi Covid-19 justru menjadikan berkah bagi pasangan suami istri asal Dusun Kalitengah, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Bowo Sutrisno - Puji Rahayu.

Bagimana tidak berkah?, hasil olahan jahe secara manual yang disulap menjadi minuman hangat siap seduh produksinya tersebut laris manis di pasar di tengah masa pandemi seperti ini.

Jahe yang sejak dulu memang terkenal sebagai tanaman obat tersebut ditangan pasangan suami istri asal Magelang ini diolah secara kreatif menjadi produk minuman yang siap seduh.

Pasangan suami istri tersebut mengalah jahe menjadi empat jenis varian rasa. Seperti jahe original, jahe madu, jahe gula aren, dan jahe merah. Jahe orginial dibanderol Rp15 ribu, jahe madu Rp25 ribu, jahe gula aren Rp18 ribu, dan jahe merah Rp25 ribu.

Baca Juga: Tempe Alkatak Makanan Legendaris, Yang Masih Eksis Hinga Kini

Mereka menamai hasil kreatifnya tersebut dengan label 'Java Ginger'. Pasangan suami istri tersebut memulai usaha mengolah jahe tersebut sejak 2018.

Sebagaimana dikutip suaramerdeka-pantura.com dari suaramedeka-kedu.com, pada 4 Agustus 2021, Ika lebih banyak bertugas pada proses pengolahan jahe, sedangkan Bowo mengurusipromosi dan pemasaran.

Usaha milik pasangan suami istri tersebut berlokasi di rumah mereka di Dusun Kalitengah, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur.

Bermula kala Ika mengikuti pelatihan mengolah jahe dan mereka melihat jahe emprit dan jahe merah di lingkungannya melimpah, keduanya lantas merintis produk minuman instan ini.

Proses pembuatannya, papar Bowo, masih secara manual. Pertama, jahe dikupas dan dibersihkan sampai bersih untuk masuk ke tahap pemarutan.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Sumber: Suara Merdeka Kedu

Tags

Terkini

X