Harga Garam Tinggi, Produsen Ikan Asin di Tegal Menjerit

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 18:19 WIB
Sejumlah pekerja tengah menjemur ikan asin di kawasan pengolahan ikan asin Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Sabtu (15/10/2022). (Haikal Adithya )
Sejumlah pekerja tengah menjemur ikan asin di kawasan pengolahan ikan asin Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Sabtu (15/10/2022). (Haikal Adithya )

TEGAL, suaramerdeka-pantura.com - Sejumlah produsen ikan asin di Kota Bahari menjerit, akibat kesulitan mendapat pasokan bahan baku garam untuk produksi.

Selain mengalami kelangkaan, harga garam juga terus merangkak naik hingga tembus Rp 2.800 per kilogram, sejak beberapa pekan terakhir.

Salah satu pengusaha pengolahan ikan asin, Gunaryo menyebut bahwa hampir seluruh pelaku usaha perikanan di Kota Tegal, khususnya ikan asin, kesulitan mendapat garam.

"Kami juga terpukul, karena harga garam terus melambung tinggi. Dari yang semula Rp 1.000 per kilogram, saat ini sudah tembus Rp 2.800," ungkap Gunaryo, Sabtu (15/10/2022).

Baca Juga: Banyak Potensi Wisata di Tegal Belum Tersentuh Maksimal

Kelangkaan yang terjadi, diketahui akibat tidak maksimalnya hasil produksi petani garam di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Brebes, yang menjadi lumbung garam bagi para produsen ikan asin di Tegal.

Kesulitan yang dialami itu, lanjut Gunaryo, menyebabkan produsen ikan asin menurunkan produksi. Bahkan, mereka hanya bisa memproduksi sesuai permintaan pasar.

"Dari yang dulu kita bisa berproduksi 2-4 ton, sekarang paling hanya 5 kuintal. Itu saja kalau ada yang pesan," terangnya.

Sebab, sambung Gunaryo, apabila dipaksakan tetap memproduksi seperti biasa dengan harga tinggi, maka dapat dipastikan produsen ikan asin merugi.

Baca Juga: KPU Tegal Lakukan Verifikasi Faktual Parpol Pemilu 2024

"Jika garam sudah tinggi, lalu kita jual tinggi, yang ada konsumen malah pergi dan kita rugi," tegasnya.

Untuk itu, Gunaryo berharap, pemerintah dapat turun agar pasokan garam dapat terkendali. Dengan begitu rantai pasok pelaku usaha perikanan di Tegal dapat berjalan normal.

"Tidak memungkiri, banyak produsen yang merumahkan karyawan. Karena kita hanya memproduksi sedikit. Dari yang biasa 2-4 ton bisa diproduksi 10 orang, saat ini cuma 3-5 orang saja untuk memproduksi ikan asin sesuai pesanan," tutupnya.

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Ratusan Pelaku Usaha Terima Sertifikat Tanah

Minggu, 29 Januari 2023 | 14:47 WIB

Angka Pengangguran di Pemalang Menurun

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:59 WIB

Dongkrak Ekonomi Brebes Dengan Digitalisasi

Rabu, 18 Januari 2023 | 19:01 WIB

Produsen Kue Keranjang Mulai Kebanjiran Order

Jumat, 13 Januari 2023 | 05:54 WIB

PT LKM BKD Pemalang Lampaui Target Untung 10%

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:08 WIB

Perumda Tirta Mulia Masuk Mall Pelayanan Publik

Rabu, 21 Desember 2022 | 15:42 WIB

Perumda Tirta Mulia Pemalang Raih Top Digital Awards

Jumat, 16 Desember 2022 | 15:02 WIB

Lapakemane Brebes Berguru Ke Tuka Tuku Purbalingga

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:53 WIB
X