Rimazun, Anak Pengayuh Becak, Kini Jadi Pengusaha Batik Yang Mendunia

- Rabu, 27 Juli 2022 | 12:02 WIB
CUSTOMER BELGIA : Customer dari Belgia, membeli batik dari Showroom Batik Surya Teja milik Rimazun di Pasar Grosir Setono Kota Pekalongan, baru-baru ini.  (Picasa)
CUSTOMER BELGIA : Customer dari Belgia, membeli batik dari Showroom Batik Surya Teja milik Rimazun di Pasar Grosir Setono Kota Pekalongan, baru-baru ini. (Picasa)

KESERIUSAN dan keuletan pasti tak membohongi hasil. Pepatah itu patut dinisbatkan kepada Rimazun, pelaku UMKM Batik di Kota Pekalongan. Meski dilahirkan bukan dari keluarga mampu secara ekonomi, tetapi ia mampu menerobos tantangan dan mengubah nasibnya. Rimazun yang dilahirkan dari ayahnya seorang pengayuh becak, namun berkat tekadnya bulat, kini menjadi pelaku UMKM yang sudah terbilang menjadi juragan batik sukses. Untuk mencapai sebuah kesuksesan, tentu tak semudah membalikan telapan tangan, dirinya melewati banyak rintangan, jalan terjal bahkan "jurang".

Laki-laki kelahiran Pekalongan 11 Agustus 1983 itu, kali pertama lulus sarjana dari salah satu perguruan tinggi negeri di Pekalongan, mengawali karirnya sebagai guru swasta madrasah di kampung kelahirannya di Kelurahan Padukuhan Kraton Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan. Bahkan, ia aktif di lembaga kemasyarakatan, majelis ta'lim dan lembaga sosial lainnya, sembari menjajakan batik. Namun, setelah sekitar sebelas tahun mengabdi menjadi guru, suami dari Ike Subekti SKM itu, memberanikan diri banting setir dan fokus menjadi entrepreuner yakni pelaku UMKM di bidang batik.

Seiring berjalannya waktu dengan tekadnya yang bulat, Rimazun yang tinggal di Perum Pabean Mas RT 4 RW 15 No.26 Kelurahan Padukuhan Kraton Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan tersebut, merintis usahanya yang hingga saat ini terus berkembang.Meski dengan latar belakang dari keluarga yang ekonomi minim, Rimazun terus semangat dan belajar dari lingkungan sekitar dan keluarga besarnya yang juga perajin batik untuk melanjutkan usaha batik tersebut.

Ia memulai usahanya dengan memproduksi hingga memasarkannya sendiri dan sudah mempunyai kios di sentra Batik Kota Pekalongan, Pasar Grosir Setono, bernama Batik Surya Teja. Semula manajemen usahanya dikelola secara konvensional, sehingga neraca keuangan maupun progres usahanya, tak terpantau secara terukur dan jelas. Bahkan, sempat "jatuh bangun", untuk mempertahankan eksistensi usahanya.

Rimazun pun sempat merasa gundah dengan kondisi usahanya yang demikian. Hingga kemudian, Rimazun memutuskan mengikuti pelatihan pelatihan dari Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop dan UMKM) yang sempat mendaftar sampai tiga kali, dan dua kali sebelumnya tidak diterima.

Dari pelatihan itu, Rimazun mengaku banyak belajar khususnya dalam pelatihan managemen usaha dan keuangan (MUK) dengan narasumber dan Mentoring yang sangat luar biasa dari Bio Hadikesumo Management Training and Consulting (BHMTC), yaitu Mas Bio Hadikesumo. Melalui pelatihan itu Rimazun jadi mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak diperhatikan seperti aset, pengeluaran, pemasukan hingga gaji untuk dirinya sendiri yang menjadi hal penting bagi seorang pengusaha.

Pelatihan dari Balatkop UMKM Provinsi Jawa Tengah tersebut merupakan pelatihan berlanjut mulai dari level satu dan seterusnya, sementara Rimazun sudah mengikuti hingga level dua yang diharapkan dengan semua tugas yang telah dilakukan dapat naik ke level tiga dan menjadi UMKM yang berhasil. Bahkan, meski baru dilevel dua, kini lambat laun batiknya sudah mendunia. Terbukti, belum lama ini showroom batiknya di Grosir Setono, didatangi customer dari Belgia.

"Setelah mengikuti pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan (MUK) yang diadakan Balatkop Provinsi Jawa Tengah dengan Mentor Bio Hadikesumo dari BHMTC, alhamdulillah seiring berjalanya waktu Batik Surya Teja sudah merekrut kembali dua karyawan yang menangani bidang keuangan dan digital marketing, Harapanya ke depan Batik Surya Teja lebih maju dan dikenal," tutur Rimazun. Menurutnya, setiap orang untuk jadi sukses butuh perjuangan. Kemudian, hasil dan kesuksesan merupakan sebuah bonus dari Allah SWT. "Memang untuk jadi sukses butuh nyali bahkan "gila". Maka siapa orang yang kepingin sukses belajarlah dengan orang gila," kelakarnya.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Harga Cabai dan Telur di Kabupaten Tegal Naik

Kamis, 2 Juni 2022 | 15:55 WIB
X