Imbas PMK, Permintaan Kambing Meningkat 30 Persen

- Rabu, 15 Juni 2022 | 18:55 WIB
KAMBING: Pemilik Kambing Center Abdul Basir Nagara menunjukkan ternak kambing dan domba yang dipeliharanya untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha.  (Cessnasari )
KAMBING: Pemilik Kambing Center Abdul Basir Nagara menunjukkan ternak kambing dan domba yang dipeliharanya untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang banyak menyerang ternak sapi di sejumlah daerah berdampak pada permintaan ternak kambing dan domba di Kabupaten Tegal. Menjelang Idul Adha, peternak kambing mendapat banyak permintaan kambing dan domba untuk hewan kurban.

Pemilik Peternakan Kambing Center, Abdul Basir Nagara mengatakan, pengurban yang biasanya kurban sapi, beberapa beralih membeli kambing.

“Peningkatan permintaan sampai hari ini berkisar 20 sampai 30 persen. Kemungkinan ada penambahan, karena biasanya customer datang mencari ternak kurban seminggu sebelum Idul Adha,” jelas Basir.

Baca Juga: Usulan Situs Bumiayu Jadi Geoheritage Terus Berproses

Basir mengatakan, saat ini di peternakan kambing yang dikelolanya sejak tahun 2004 ini, telah menyiapkan sekitar 200 ekor kambing dan domba. Kambing dan domba dengan berbagai ukuran telah dipeliharanya sejak lima bulan lalu, sebelum PMK mewabah seperti sekarang.

Ditemui Rabu (15/6/2022) di peternakannya yang memiliki luas 1.000 meter persegi, Basir mengaku sangat berhati-hati saat membeli ternak kambing yang akan dibesarkan di kandangnya yang berada di Jalan Rajawali RT 03, RW 09 Desa Slawi Kulon.

Biasanya dia membeli ternak kambing dan domba dari peternak lokal dari Slawi, Bojong dan Brebes. “Kami mendatagkan kambing dari peternak yang ternaknya benar-benar sehat. Kami tidak berani mendatangkan kambing dari tempat yang ada PMK-nya,” tuturnya.

Baca Juga: Tahapan Dimulai, KPU Brebes Siap Hadapi Pemilu 2024

Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus tipe A dari Family Picornaviridae genus Apthovirus menjangkiti ternaknya, para pekerja rutin melakukan penyemprotan lingkungan kandang secara rutin, dengan menggunakan bahan kimia maupun bahan organik seperti ecoenzym yang bisa mengurangi pergerakan virus.

Pihaknya juga membatasi lalu lalang calon pembeli ke kandang. “Kami batasi untuk menjaga kambing-tidak tertular PMK. Mungkin saja, sebelumnya mereka datang dari tempat yang mengandung virus PMK, kami batasi agar tidak ke kandang,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Harga Cabai dan Telur di Kabupaten Tegal Naik

Kamis, 2 Juni 2022 | 15:55 WIB

PT PNM Cetak Dua Rekor MURI, Apa Saja yang Diraih

Selasa, 26 April 2022 | 11:06 WIB
X