Nilai Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 42,06 Persen

- Jumat, 27 Mei 2022 | 16:19 WIB
TRANSAKSI DIGITAL: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya didampingi pegawai Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal menunjukkan hasil traksaksi digital menggunakan QRIS pada Edukasi Publik “Peran TP PKK dalam Keuangan Digital” di Gedung PKK Kota Pekalongan, Jumat (27/5/2022). (Isnawati )
TRANSAKSI DIGITAL: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya didampingi pegawai Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal menunjukkan hasil traksaksi digital menggunakan QRIS pada Edukasi Publik “Peran TP PKK dalam Keuangan Digital” di Gedung PKK Kota Pekalongan, Jumat (27/5/2022). (Isnawati )

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu pendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia mencatat kenaikan transaksi ekonomi digital yang sangat signifikan selama masa pandemic Covid-19.

“Pada triwulan I 2022, nilai transaksi uang elektronik tumbuh 42,06 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada transaksi digital banking yang meningkat 34,90 persen,” papar Kepala Unit Implementasi Kebijakan Pembayaran Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal Agus Harijanto.

Hal itu disampaikannya pada Edukasi Publik “Peran Tim Penggrak PKK dalam Keuangan Digital” Road to Sampan Digifest 2022 di Gedung PKK Kota Pekalongan, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga: Babi Hutan Masuk Permukiman dan Seruduk Warga di Brebes, Tiga Orang Terluka

Menurut Agus, meningkatnya nilai transaksi elektronik dan transaksi digital banking merupakan bukti dari adanya akseptasi dan transisi preferensi alat pembayaran masyarakat Indonesia dari tunai menjadi nontunai yang lebih praktis.

"Ibu-ibu sekalian sebagai perempuan-perempuan penggerak perekonomian, tentu perlu beradaptasi dalam memanfaatkan berbagai sarana ekonomi digital yang ada," sambungnya.

Terlebih lagi, perempuan juga berperan besar sebagai penggerak ekonomi keluarga dan memiliki andil dalam pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Ternak Suspek PMK di Brebes Melonjak, Capai 170 Ekor

Merujuk data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM), mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
Agus menyebutkan, 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan.

Kemudian 56 persen dari 193.000 usaha kecil pemiliknya adalah perempuan. Adapun 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usaha menengah adalah perempuan.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Ratusan Pelaku Usaha Terima Sertifikat Tanah

Minggu, 29 Januari 2023 | 14:47 WIB

Angka Pengangguran di Pemalang Menurun

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:59 WIB

Dongkrak Ekonomi Brebes Dengan Digitalisasi

Rabu, 18 Januari 2023 | 19:01 WIB

Produsen Kue Keranjang Mulai Kebanjiran Order

Jumat, 13 Januari 2023 | 05:54 WIB

PT LKM BKD Pemalang Lampaui Target Untung 10%

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:08 WIB

Perumda Tirta Mulia Masuk Mall Pelayanan Publik

Rabu, 21 Desember 2022 | 15:42 WIB

Perumda Tirta Mulia Pemalang Raih Top Digital Awards

Jumat, 16 Desember 2022 | 15:02 WIB

Lapakemane Brebes Berguru Ke Tuka Tuku Purbalingga

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:53 WIB
X