Ecoprint, Teknik Mencetak Pesona Flora Indonesia Diatas Lembaran Kain

- Selasa, 16 November 2021 | 18:47 WIB
Seluruh peserta workshop “Ngecobar” dan anggota AEPI Jawa Tengah tunjukkan karya kain ecoprint di peringatan HUT kesatu Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (14/11/2021). (Cessnasari)
Seluruh peserta workshop “Ngecobar” dan anggota AEPI Jawa Tengah tunjukkan karya kain ecoprint di peringatan HUT kesatu Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (14/11/2021). (Cessnasari)

KLATEN, suaramerdeka-pantura.com - Puluhan perempuan tampak sibuk menata aneka daun di atas lembaran kain untuk selanjutnya dimasukkan ke media pengukusan. Rasa berdebar saat menunggu hasil tampak di raut wajah para peserta workshop ecoprint yang diselenggarakan Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Jawa Tengah di Pendopo Umbul Besuki, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (14/11/2021) siang.

Workshop “Ngecobar” atau ngeco bareng ini merupakan rangkaian dari peringatan hari jadi ke satu AEPI, wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pembuat mode dengan teknik ecoprint.

Ketua AEPI Jawa Tengah Fica Ariyanti mengatakan, antusiasme warga mengikuti acara Ngecobar ini sangat tinggi. Terbukti, dari dua agenda “Ngecobar” di Klaten dan Banyumas, peserta yang mendaftar cepat mencapai kuota.

Baca Juga: Banjir Genangi Wilayah Utara Kota Pekalongan Lumpuhkan Aktivitas Warga

“Karena pandemi, peserta memang dibatasi. Seperti di Klaten ini, pesertanya mencapai 65 orang tapi yang minat mendaftar seratusan orang. Sama juga dengan yang di Banyumas,” kata Fica.

Tingginya animo tersebut tidak terlepas dari daya tarik kain hasil ecoprint yang beraneka ragam warna, corak dan motif. Nilai jual kain ecoprint ini pun cukup tinggi di pasaran, dari mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu lembar kainnya.

Ecoprint menurut Fica adalah teknik memberi motif dan warna pada kain, kulit, kertas, atau media lain dengan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, kulit kayu, atau bagian lainnya.

Baca Juga: Di Acara Sosialiasi Program Bangga Kencana, Anggota DPR RI Bisri Romly Minta Warga Aktif Cegah Stunting

Teknik inilah yang kemudian menjadikan ecoprint berbeda dari membatik. Dirinya pun berharap, kehadiran ecoprint bisa menambah khasanah baru wastra nusantara, bersanding dengan kain tradisional lainnya seperti batik, songket, ulos maupun tenun.

Senada dengan itu, di tempat yang sama, Ketua AEPI Puthut Ardianto mengatakan jika ecoprint merupakan sustainable fashion yang mendukung penciptaan produk-produk unggulan ramah lingkungan di Indonesia.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Sate Tegal Bisa Jadi Daya Tarik Nasional

Rabu, 29 September 2021 | 18:59 WIB
X