Sarung Soccer Digelar pada Hari Batik, Pemain Kenakan Pita Hitam

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 22:42 WIB
SAROENG SOCCER: Seluruh pemain sepak bola mengenakan sarung batik pada Saroeng Soccer yang diselenggarakan dalam rangka Hari Batik Nasional di Lapangan Mataram, Minggu (2/10). Foto: suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati
SAROENG SOCCER: Seluruh pemain sepak bola mengenakan sarung batik pada Saroeng Soccer yang diselenggarakan dalam rangka Hari Batik Nasional di Lapangan Mataram, Minggu (2/10). Foto: suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com -  Pemkot Pekalongan kembali menggelar “Saroeng Soccer” pada peringatan Hari Batik Nasional di Lapangan Mataram, Minggu (2/10).

Pada pertandingan ini, semua pemain mengenakan sarung batik. Selain itu, semua pemain juga memakai pita hitam di lengan sebagai tanda duka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal.

Pada Saroeng Soccer hari itu, ada empat tim yang bertanding. Yakni Tim Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan yang diperkuat oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arzlan Djunaid, Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin, Dandim 0710/ Pekalongan Letkol Inf Rizki Aditya dan kepala OPD Pemkot Pekalongan. Tiga tim lainnya, KONI Kota Pekalongan, Askot dan pengusaha batik di Kota Pekalongan.

Sebelum pertandingan dimulai, semua pemain berdoa untuk para korban tragedi Kanjuruhan. “Kami turut berduka cita mendalam atas tragedi di Malang. Semoga ini menjadi tragedi terakhir sepak bola Indonesia, tidak ada lagi kerusuhan semacam ini. Ini menjadi pelajaran agar ke depan sepak bola lebih baik lagi,” kata Wali Kota sebelum turun dalam pertandingan.

Menurutnya, Saroeng Soccer merupakan kegiatan untuk merekatkan silaturahim dan hiburan untuk mengenang kembali memori masa kecil. Zaman dulu, kata dia, warga Kota Pekalongan sering mengisi waktu sore dengan bermain sepak bola plastik memakai pakaian seadanya, salah satunya sarung batik.

"Mudah-mudahan melalui pertandingan ini silaturahmi semakin erat serta semakin meningkatkan semangat kita pada Hari Batik Nasional ini," harapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota menambahkan, olahraga permainan tim adalah silaturahmi, kegiatan yang menggembirakan, menyenangkan, dan menghibur. "Sehingga olahraga harus jauh dari kata kekerasan dan kebencian," kata dia.

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Laga Perdana, Persab Vs Slawi United Bermain Imbang

Senin, 26 September 2022 | 15:21 WIB

Persip Pekalongan Taklukan Persekas 5:0

Minggu, 25 September 2022 | 19:21 WIB
X